Author: Firman Muhamad Guntur

Pernyebab Video Porno Videotron Jakarta Selatan

29905377887-1505350img-20160930-wa0032780x390
Videotron Jakarta Selatan, yang dimatikan setelah tayang video porno Jum’at (30/09/2016)

Ada dua kemungkinan penyebab insiden videotron yang terjadi di Jakarta Selatan pada hari Jum’at (30/09/2016) siang.

Menurut Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia Yudhi Kukuh, ada dua kemungkinan penyebab insiden videotron ini.

Pertama, dari keamanan fisik atau physical security videotron itu. “Ada kemungkinan orang bersinggungan langsung dan memutar film itu,” ucapnya melalui pesan teks.

Kemungkinan kedua adalah ulah peretas yang memanfaatkan kelemahan pada pengamanan videotron, yang bisa saja terjadi karena keamanan jaringan yang dianggap sebagai hal yang kurang atau malah tidak penting oleh pengelola videotron.

Transito Adiman selaku pengelola videotron tersebut telah merilis pernyataan resmi ke media dikutip dari Kompas.com, Adrian Wiedarta (Manajer PT. Transito Adiman Jati) mengatakan bahwa videotron itu diduga telah menjadi korban hacker yang usil.

“Kami sempat deteksi, ternyata videotron diambil alih oleh yang ngirim virus. Ada yang menyabotase, nge-hack,” ujarnya.

Adrian menceritakan penyusupan itu dilakukan dengan cara mengirim virus ke aplikasi yang terdapat di videotron. Virus tersebut kemudian menyambungkan ke situs yang menampilkan video porno.

“Kami tidak bisa ambil alih karena password juga dikuasai oleh yang nge-hack,” ucap Adrian.

Video Porno Tayang Di Videotron Jakarta Selatan

Video Porno Tayang Di Videotron Jakarta Selatan

Publik pun heboh ketika tiba-tiba videotron alias papan billboard digital yang ada di dekat persimpangan jalan Wijaya I dan Jl Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Jum’at (30/09/2016) siang, menayangkan video porno.

Tayangan video itu muncul dengan durasi 20 menit, yang akhirnya berhasil dihentikan dengan diputusnya listrik oleh Doma seorang pedagang soto mie bersama anggota Polantas yang biasa berjaga di lokasi.

Video itu muncul di layar LED ukuran 24 meter persegi milik PT. Matapena Komunika Advertama.

Mengingat antarmuka digital yang digunakan, ada pula kemungkinan peretas dalam kasus videotron Jakarta Selatan ini, disamping ada faktor ketidaksengajaan.

Baca juga : Penyebab Video Porno Videotron di Jakarta Selatan